November 2009
10 posts
Halte itu
Aku sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Aku pasti akan menemukan tempat tersebut. Namun halte itu… adalah sebuah persinggahan yang amat menggoda. Hari ini, panas begitu terik. Aku baru saja turun dari bus yang entah kenapa, menyesatkanku ke tempat ini. Asing… namun ramah. Halte itu berdiri tak jauh. Biru, kelabu, dan mengundangku. “Singgahlah…”, katanya....
Am I Blind or Deaf?
Aku sayang padanya, sungguh. Namun, singkat kata, kami putus. Kami putus secara baik-baik. Setidaknya, begitulah maksudku; namun bagi dia, sikapku yang makin lama menjauh serta makin dingin padanya merupakan bukti bahwa kami tidak putus secara baik-baik. Dia masih saja menyalahkan dirinya atas kejadian ini. Dia merasa dialah penyebab semua ini. Dia merasa tidak cukup baik untukku. Kenyataannya,...
No Way Train
“Karcis…!” lengking seorang pria di suatu tempat di dekatku. Perlahan aku membuka mata, dan samar-samar terlihat pergerakan di depanku. Dua orang, masing-masing lelaki dan perempuan, tampak merogoh saku mantel atau tas mereka, dan mengeluarkan selembar kertas berwarna perak. Mereka menyerahkan lembaran mirip tiket pesiar ke pabrik Willy Wonka (hanya saja berwarna perak) itu kepada petugas...